Dampak TIK Dalam Perubahan Kebudayaan
Di era yang serba digital, penerapan teknologi komunikasi hampir mencakup seluruh bidang kehidupan. Adanya TIK mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya pada bidang pemerintahan yang biasa kita sebut dengan e-government melalui fitur yang disebut internet, seseorang bisa dengan mudah mengurus sesuatu dan mengkomunikasannya terlebih dahulu. Pada bidang pendidikan, seorang murid sudah bisa dengan mudah mengakses buku dan jurnal ilmiah , Mahasiswa dengan Dosen bisa melaksanakan pembelajaran jarak jauh tanpa harus betatap muka terlebih dahulu.
Dalam kehidupan sosial dan budaya, adanya TIK memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif. Akses internet yang tidak dibatasi membuat seseorang bebas mencari apa saja yang mereka inginkan. Pengguna internet dianjurkan untuk memfilter segala informasi yang didapatkan dari internet. Begitupun dengan pengguna internet yang berusia di bawah 18 Tahun.
Secara khusus, TIK sangat membantu perkembangan kebudayaan di suatu Negara. Akan lebih mudah mengenalkan budaya yang dimiliki kepada Dunia Luar melalui media yang ada saat ini. kampanye-kampanye pameran budaya yang disebarkan melalui internet dapat menambah minat seseorang untuk mendatangi Pameran tersebut jika dibungkus dengan kreatifitas dan kemahiran dalam mempromosikan karya apa saja yang akan ditampilkan.
Seperti yang dilakukan Indonesia melalui Kementerian Pariwisata mengenalkan Budaya Indonesia dengan brand yang kita kenal dengan nama ‘’Wonderful Indonesia’’ dimana pada kanal websitenya akan menampilkan berbagai macam kebudayaan dan keindahan pariwisata Indonesia melalui sinematografi. Hal ini berarti Indonesia memanfaatkan TIK sebagai media untuk menarik kunjungan para wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Negara Indonesia.
Upaya yang dilakukan adalah untuk menarik minat dan melestarikan kebudayaan yang ada, ini merupakan sebuah tantangan karena yang dilakukan merujuk kepada sebuah ‘’modernisasi’’ hal-hal yang kuno dan tidak mengikuti perkembangan jaman biasanya tidak banyak diminati. Oleh sebab itu, banyak hal pada kebudayaan yang berubah karena harus dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman dan teknologi. Banyak juga budaya-budaya yang hilang dan mulai dilupakan. Contohnya saja pergelaran wayang kulit yang mulai dikalahkan oleh tayangan film di bioskop-bioskop yang ada di Indonesia. Pergeseran kebudayaan ini juga terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, contohnya saja budaya mengunjungi satu sama lain perlahan mulai memudar karena digantikan oleh sosial media. Dimana seseorang tidak perlu untuk bertatap muka jika ingin berkomunikasi, serta budaya ramah-tamah yang mulai hilang karena manusia sibuk dengan dunianya masing-masing.
TIK bagi kebudayaan membawa banyak sekali perubahan baik positif dan negatif. Untuk bisa menyeimbangkan dampak negative yang dihadirkan, maka kita dituntut untuk memberikan dampak positif yang lebih banyak kepada masyarakat agar kebudayaan yang sudah kita jaga dapat terus lestari dan dirasakan oleh anak cucu kita nanti. Salah satunya dengan tetap menerapkan norma-norma kesopanan dalam bermasyarakat, tidak melupakan budaya sendiri karena terpengaruh oleh westernisasi, dan lebih berani untuk mengenalkan kebudayaan kepada Dunia luar.
Dalam kehidupan sosial dan budaya, adanya TIK memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif. Akses internet yang tidak dibatasi membuat seseorang bebas mencari apa saja yang mereka inginkan. Pengguna internet dianjurkan untuk memfilter segala informasi yang didapatkan dari internet. Begitupun dengan pengguna internet yang berusia di bawah 18 Tahun.
Secara khusus, TIK sangat membantu perkembangan kebudayaan di suatu Negara. Akan lebih mudah mengenalkan budaya yang dimiliki kepada Dunia Luar melalui media yang ada saat ini. kampanye-kampanye pameran budaya yang disebarkan melalui internet dapat menambah minat seseorang untuk mendatangi Pameran tersebut jika dibungkus dengan kreatifitas dan kemahiran dalam mempromosikan karya apa saja yang akan ditampilkan.
Seperti yang dilakukan Indonesia melalui Kementerian Pariwisata mengenalkan Budaya Indonesia dengan brand yang kita kenal dengan nama ‘’Wonderful Indonesia’’ dimana pada kanal websitenya akan menampilkan berbagai macam kebudayaan dan keindahan pariwisata Indonesia melalui sinematografi. Hal ini berarti Indonesia memanfaatkan TIK sebagai media untuk menarik kunjungan para wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Negara Indonesia.
Upaya yang dilakukan adalah untuk menarik minat dan melestarikan kebudayaan yang ada, ini merupakan sebuah tantangan karena yang dilakukan merujuk kepada sebuah ‘’modernisasi’’ hal-hal yang kuno dan tidak mengikuti perkembangan jaman biasanya tidak banyak diminati. Oleh sebab itu, banyak hal pada kebudayaan yang berubah karena harus dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman dan teknologi. Banyak juga budaya-budaya yang hilang dan mulai dilupakan. Contohnya saja pergelaran wayang kulit yang mulai dikalahkan oleh tayangan film di bioskop-bioskop yang ada di Indonesia. Pergeseran kebudayaan ini juga terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, contohnya saja budaya mengunjungi satu sama lain perlahan mulai memudar karena digantikan oleh sosial media. Dimana seseorang tidak perlu untuk bertatap muka jika ingin berkomunikasi, serta budaya ramah-tamah yang mulai hilang karena manusia sibuk dengan dunianya masing-masing.
TIK bagi kebudayaan membawa banyak sekali perubahan baik positif dan negatif. Untuk bisa menyeimbangkan dampak negative yang dihadirkan, maka kita dituntut untuk memberikan dampak positif yang lebih banyak kepada masyarakat agar kebudayaan yang sudah kita jaga dapat terus lestari dan dirasakan oleh anak cucu kita nanti. Salah satunya dengan tetap menerapkan norma-norma kesopanan dalam bermasyarakat, tidak melupakan budaya sendiri karena terpengaruh oleh westernisasi, dan lebih berani untuk mengenalkan kebudayaan kepada Dunia luar.
Comments
Post a Comment