Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono "HUJAN BULAN JUNI"






Pada suatu hari nanti 
jasadku tak akan ada lagi 
tapi dalam bait-bait sajak ini 
kau takkan kurelakan sendiri 

pada suatu hari nanti 
suaraku tak terdengar lagi 
tapi di antara larik-larik sajak ini 
kau akan tetap kusiasati 

pada suatu hari nanti 
impianku  pun tak dikenal lagi 
namun di sela-sela huruf sajak 
ini kau takkan letih-letihnya kucari 


YANG FANA ADALAH WAKTU 

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari 
kita lupa untuk apa.   

tanyamu. 
Kita abadi.


AKU INGIN 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana: 
dengan kata yang tak sempat diucapkan 
kayu kepada api yang menjadikannya abu 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana: 
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan 
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 


TERBANGNYA BURUNG 

terbangnya burung
hanya bisa dijelaskan dengan bahasa batu 
bahkan cericitnya 
yang rajin memanggil fajar 
yang suka menyapa hujan 
yang melukis sayap kupu-kupu 
yang menaruh embun di daun 
yang menggoda kelopak bunga 
yang paham gelagat cuaca 
hanya bisa disadur 
ke dalam bahasa batu 
yang tak berkosa kata 
dan tak bernahu 
lebih luas dari fajar 
lebih dalam dari langit 
lebih pasti dari makna 
sudah usai sebelum dimulai 
dan sepenuhnya abadi 
tanpa diucapkan sama sekali 


CAHAYA BULAN TENGAH MALAM 


aku terjaga di kursi ketika cahaya bulan jatuh di wajahku dari genting kaca 
adakah hujan sudah reda sejak lama? 
masih terbuka koran yang tadi belum selesai kubaca 
terjatuh di lantai; di tengah malam itu ia nampak begitu dingin dan fana



Itulah beberapa puisi karya dari Sapardi Djoko Darmono. Untuk lebih lengkapnya bisa didownload dengan cara Klik Disini. atau juga bisa klik gambar dibawah



Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Sumber : Sapardi Djoko Damono "HUJAN BULAN JUNI"

Comments